SOFIFI – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (2/5). Mengenakan pakaian adat, Wakil Gubernur bertindak sebagai pembina upacara dalam momentum yang meneguhkan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, H. Sarbin Sehe menekankan bahwa pendidikan harus kembali pada esensinya, yaitu memanusiakan manusia melalui proses yang berlandaskan ilmu dan kasih sayang. Peringatan tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai sarana refleksi untuk menghidupkan spirit pendidikan nasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan, Gubernur dan Wakil Gubernur menyerahkan bantuan berupa 412 unit komputer kepada 43 sekolah di Maluku Utara. Selain fasilitas fisik, Pemprov juga memberikan apresiasi berupa tabungan pendidikan kepada siswa-siswa berprestasi.
Penerima tabungan pendidikan senilai Rp10 juta diberikan kepada siswa yang mengharumkan nama daerah di ajang Trengganu International Science Fair 2026, yakni Wibi Hamidah dan Sitti Namira Said dari SMAN 2 Halmahera Timur.
Sementara itu, tabungan pendidikan senilai Rp2,5 juta diserahkan kepada Juan Sebastian Feron Susu (SMAN 6 Halmahera Utara), Rionaldi Mamondol (SMANKOR Maluku Utara) dan Riandi Dopopo (SMANKOR Maluku Utara).
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan pembangunan SDM unggul, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda terus melakukan langkah konkret. Salah satunya adalah mendukung program Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang ditetapkan Kemendikdasmen sebagai inti perubahan kualitas di ruang kelas.
Wajah pendidikan Maluku Utara juga terus berbenah melalui revitalisasi infrastruktur. Tercatat sebanyak 68 sekolah direvitalisasi menggunakan anggaran APBD sebesar Rp53 miliar. Selain itu, terdapat 75 sekolah yang mendapatkan perbaikan melalui anggaran APBN tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp92 miliar.
Percepatan perbaikan data dan pengawalan pembangunan ini diharapkan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh demi Maluku Utara yang maju dan bermartabat. (red)


