TERNATE – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, resmi melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pelabuhan A. Yani, Ternate, Selasa (19/5/2026). Menggunakan kapal perang KRI Belati-622, misi kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara dan TNI Angkatan Laut ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 Mei 2026.
Fokus utama pelayaran selama sepekan ini adalah mendistribusikan uang Rupiah layak edar ke lima pulau terluar di Maluku Utara, yakni Pulau Morotai, Pulau Batang Dua, Pulau Taliabu, Pulau Sanana, dan Pulau Obi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe memberikan apresiasi tinggi kepada BI dan TNI AL. Menurutnya, di tengah tantangan geografis Maluku Utara yang didominasi lautan, kehadiran ERB membawa pesan sosiopolitis yang kuat.
“Kehadiran Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan hanya sekadar pelayanan kas keliling, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara hingga ke wilayah kepulauan dan daerah terluar,” tegas Sarbin.
Sarbin menambahkan, sebagai daerah kepulauan, banyak wilayah di Maluku Utara yang membutuhkan perhatian khusus agar pelayanan keuangan bisa diakses secara lebih dekat, cepat, dan merata. Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga Rupiah.
“Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan bangsa, identitas negara, dan wujud kehadiran pemerintah. Oleh sebab itu, rasa cinta, bangga, dan paham Rupiah harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda,” lanjutnya.
Wagub juga menyambut positif agenda open ship KRI Belati-622 bagi para pelajar di pulau tujuan. Agenda ini dinilai menjadi ruang belajar yang edukatif bagi generasi muda untuk mengenal tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut, sekaligus mendukung distribusi uang ke pelosok negeri.
Sebelumnya, Kepala KPwBI Provinsi Maluku Utara, Hendi Susila, menjelaskan bahwa pengelolaan uang Rupiah merupakan amanat UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. BI mengemban misi menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kualitas yang layak edar melalui clean money policy (penarikan uang lusuh dan rusak).
Namun, kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) masih memicu tantangan berat. Saat ini, masih terdapat area blank spot yang belum terjangkau oleh layanan perbankan komersial maupun BI.
“Sinergi ini mempertemukan dua kepentingan yang sama. TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan wilayah NKRI melalui pertahanan, sedangkan BI berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI melalui Rupiah,” ungkap Hendi.
ERB tahun 2026 secara nasional ditargetkan berjalan sebanyak 19 kali oleh BI Pusat, dan ekspedisi di Maluku Utara kali ini merupakan gelombang ke-6.
Selama singgah di lima pulau tujuan, tim ERB 2026 akan merealisasikan tiga agenda pokok, yakni layanan penukaran uang, edukasi cinta, bangga, paham (CBP) rupiah, dan kegiatan pendukung eksistensi rupiah.
Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk merawat fisik uang (Cinta), menggunakannya dalam setiap transaksi (Bangga), dan membelanjakannya secara bijak (Paham) demi stabilitas ekonomi nasional.



