TERNATE – Acara lari jarak jauh bertajuk ‘Ring of Gamalama’ sukses memecahkan sejarah sebagai maraton pertama yang digelar di Maluku Utara. Berlangsung pada Minggu (7/12) di Landmark Kota Ternate, event ini menempuh jarak penuh 42,195 kilometer mengelilingi seluruh Pulau Ternate, sekaligus menandai langkah awal menuju agenda tahunan berskala nasional hingga internasional.
‘Ring of Gamalama’ diinisiasi oleh Komunitas Ternate Berlari bekerja sama dengan Ternate Sport Tourism, dalam upaya memosisikan Ternate sebagai destinasi olahraga berbasis pariwisata (Sport Tourism).
Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya debut event ini. Menurutnya, rute yang dilintasi peserta menyajikan panorama destinasi unggulan yang berpotensi besar menjadi daya tarik utama pariwisata.
“Ini menjadi sejarah, karena untuk pertama kalinya digelar di Maluku Utara. Target kita bukan hanya skala Nasional, tetapi juga Internasional, sekaligus mempromosikan Ternate ke mancanegara,” ujar Rizal dengan optimistis.
Rizal juga mengapresiasi partisipasi dari 131 pelari yang ikut serta, termasuk 21 pelari dari luar daerah dan satu pelari nasional. Ia meyakini jumlah peserta akan meningkat signifikan pada penyelenggaraan tahun 2026 mendatang.
Selain itu, apresiasi khusus juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Ternate—mulai dari Barat, Selatan, Tengah, hingga Utara—yang telah menyambut para pelari dengan antusiasme tinggi dan bahkan menyediakan konsumsi di sepanjang rute.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Ternate, Sutopo Abdullah, menjelaskan bahwa ‘Ring of Gamalama’ merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat ekosistem olahraga, pariwisata, dan mempercepat ekonomi lokal.
“Kolaborasi antara wali kota, wakil wali kota, dan sekda membuat kegiatan ini berjalan baik. Event ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata dan percepatan ekonomi lokal,” jelas Sutopo, yang turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia.
Sementara itu, Ketua Ternate Sport Tourism, Arifandy Mario, membenarkan bahwa acara ini akan ditetapkan sebagai agenda tahunan mulai tahun 2026, menjadikannya ikon baru pariwisata dan olahraga Maluku Utara.
Pelari pertama yang mencapai garis finish dan mencatatkan waktu tercepat adalah Riandi dari Komunitas Pelita Run Club, dengan waktu 3 jam 29 menit.




