LABUHA — Konflik antara warga Desa Babang dan Desa Tawa di Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), akhirnya berakhir damai setelah Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba turun langsung memimpin proses mediasi. Pertemuan mediasi damai digelar di Balai Desa Babang pada Senin (22/9) sore, dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan perwakilan dari kedua desa.
Konflik yang dipicu oleh perkelahian pemuda ini berhasil diselesaikan melalui dialog persuasif. Bassam menekankan pentingnya musyawarah dan semangat kekeluargaan untuk menyelesaikan perselisihan.
Dalam mediasi tersebut, Bassam mendengarkan semua pihak secara adil sebelum mengarahkan mereka pada kesepakatan bersama. Ia menegaskan bahwa mempertahankan ego hanya akan memperpanjang masalah.
“Perkelahian tidak akan memberikan kebaikan bagi siapa pun,” ujar Bassam. “Serahkan proses hukum kepada aparat, dan mari kita fokus membina generasi muda agar tidak terjerumus pada hal negatif.”
Bupati juga meminta para kepala desa untuk aktif melibatkan pemuda dalam setiap kegiatan pembangunan. Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda adalah kunci utama untuk mencegah terulangnya konflik di masa depan.
“Jika ikatan persaudaraan dijaga, perpecahan tidak akan terjadi. Saatnya Babang dan Tawa menjaga perdamaian dan keharmonisan sebagai satu keluarga besar Bumi Saruma,” pungkas Bassam.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, diharapkan persatuan warga Halmahera Selatan semakin kuat dan tercipta masa depan yang lebih rukun dan harmonis.



