SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara, bersama Kementerian Desa dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, secara resmi meluncurkan Aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding, yang dikenal sebagai Aplikasi Jaga Desa. Peluncuran ini mengukuhkan Maluku Utara sebagai provinsi kelima yang menerapkan sistem ini secara menyeluruh, sebagai langkah konkret untuk mengawasi dan mengelola penggunaan dana desa.
Acara peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara bupati/wali kota se-Maluku Utara dengan Kejaksaan Negeri di daerah masing-masing.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tata kelola keuangan desa berjalan dengan bersih dan transparan. “Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi adalah harapan kita semua,” ujar Gubernur Sherly. Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan lembaga vertikal seperti kejaksaan sangat penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan demi kesejahteraan masyarakat.
Aplikasi Jaga Desa memungkinkan penggunaan dana desa dapat terpantau secara real time. Hal ini bertujuan agar dana tersebut lebih tepat sasaran, tertib administrasi, dan terukur. Gubernur Sherly menilai langkah ini sebagai upaya strategis untuk mencegah penyimpangan dan memastikan pembangunan desa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Pelaksanaan penandatanganan MoU ini bertujuan agar penggunaan dana desa tepat sasaran, tertib administrasi, terkontrol secara sistem, dan pemberdayaan masyarakat desa lebih terukur,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur Sherly juga menyoroti pentingnya kemandirian desa. Ia mendorong dunia usaha untuk berperan aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa.
“Kita juga berharap ada kolaborasi dari pihak swasta… untuk mendukung setiap program yang bersentuhan dengan masyarakat desa maupun kelurahan melalui dana CSR,” imbuhnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, kejaksaan, dan sektor swasta, Gubernur Sherly optimis desa-desa di Maluku Utara akan semakin mandiri, berdaya, dan mampu menggerakkan pembangunan dari akar rumput.



