TERNATE – Komitmen Malut United FC dalam membangun sepak bola profesional di Maluku Utara memasuki babak baru. Fasilitas Training Camp megah yang terletak di kaki Gunung Gamalama resmi dioperasikan setelah diresmikan langsung oleh Ketua Pembina Klub, Letjen TNI M. Saleh Mustafa, pada Senin (23/3).
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh perwira tinggi yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) tersebut. Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Danrem 152/Babullah, Wakapolda Maluku Utara, Sultan Ternate, Sultan Tidore, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, serta jajaran direksi PT Malut Maju Sejahtera (MMS).
Berlokasi di Kelurahan Sango, Kecamatan Ternate Utara, pusat latihan ini sebenarnya telah mulai digunakan secara fungsional sejak Desember 2025. Namun, seremoni peresmian ini menjadi tonggak formal bahwa Laskar Kie Raha kini memiliki markas yang representatif dan terpusat sesuai regulasi I-League dan PSSI.
Dibangun dengan investasi mandiri, fasilitas ini memiliki dua lapangan utama berstandar FIFA dengan rumput jenis Zoysia Matrella. Kehadiran sarana ini memutus ketergantungan klub terhadap fasilitas latihan di luar daerah, sekaligus menyatukan seluruh aktivitas tim senior maupun pembinaan Elite Pro Academy (EPA) dalam satu kawasan.
Letjen TNI M. Saleh Mustafa menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari arsitektur pembinaan jangka panjang yang terstruktur.
“Apa yang dilakukan Malut United hari ini sudah sejalan dengan sistem pembinaan olahraga internasional yang dimulai dari usia dini. Fasilitas ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pemuda Maluku Utara untuk berprestasi dan membawa nama daerah ke kancah nasional,” ujar Letjen M. Saleh Mustafa.
Ia berharap semangat “Marimoi Ngone Futuru” (Bersatu Kita Kuat) menjadi ruh penggerak kemajuan olahraga di Bumi Moloku Kieraha.
Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (MMS), Dirk Soplanit, menjelaskan bahwa proyek yang dimulai sejak 1 Mei 2025 ini dirancang untuk kenyamanan total atlet. Selain dua lapangan berukuran 72 x 110 meter dan 48 x 104 meter, kawasan ini juga dilengkapi dengan mess dengan 22 kamar serta 14 unit rumah tinggal khusus bagi pemain asing beserta keluarganya.
Selain itu, untuk menundang performa dan medis para pemain, juga disediakan gymnasium modern, ruang ganti, dan ruang pemulihan. Fasilitas penunjang lain juga disediakan, seperti musala, mess karyawan, hingga dapur khusus yang dikelola koki profesional demi menjamin nutrisi pemain.
Kawasan ini juga tampil asri dengan akses jalan hotmix dan penghijauan yang tertata rapi. Dirk menambahkan bahwa ke depan, pengembangan asrama dan ruang belajar akan menjadi prioritas.
“Fasilitas ini tidak hanya mendukung sepak bola, tetapi juga pendidikan formal para pemain muda. Ini adalah hasil kolaborasi nyata antara klub, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat,” tutup Dirk Soplanit.
Dengan peresmian ini, Maluku Utara kini secara resmi memiliki salah satu pusat latihan sepak bola terbaik di Indonesia Timur, yang siap mencetak generasi emas pesepak bola masa depan.




