LABUHA – PT Karya Tambang Sentosa (KTS) memperkuat realisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melalui pembangunan infrastruktur krusial di Dusun Timur, Desa Fluk, Kecamatan Obi Selatan. Proyek pembangunan saluran drainase (parit) sepanjang 103 meter dan satu unit jembatan ini hadir sebagai solusi cepat dan permanen terhadap masalah genangan air yang bertahun-tahun meresahkan warga saat musim hujan.
Nicolas Tulus Sinaga, perwakilan dari KTS, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons mendesak atas permintaan langsung dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Pembuatan saluran air ini kami lakukan secara urgen agar luapan air tidak lagi membanjiri permukiman warga saat intensitas hujan tinggi. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan lingkungan yang aman bagi masyarakat sekitar,” jelas Nicolas.
Secara teknis, saluran drainase yang dibangun memiliki panjang 103 meter dengan dimensi lebar 3 meter dan kedalaman 2 meter. Selain itu, jembatan yang dibangun berukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter, yang sangat penting untuk aksesibilitas warga.
Kehadiran KTS disambut hangat. Dar, Kepala Urusan Pembangunan Desa Fluk, menyebut pembangunan ini sebagai solusi konkret atas penderitaan klasik yang telah lama dihadapi.
“Sudah bertahun-tahun kami bergulat dengan banjir musiman. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan nyata KTS yang turun tangan langsung menyelesaikan masalah ini,” ujar Dar.
Kepala Desa Fluk juga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap kolaborasi ini berlanjut. Beliau menekankan bahwa responsivitas perusahaan mencerminkan kepedulian yang mendalam.
“Kami berharap kerja sama yang terjalin baik ini terus berlanjut. Investasi yang masuk diharapkan dapat memberikan manfaat ganda: kelancaran operasional bagi perusahaan dan dampak pembangunan yang nyata dirasakan oleh masyarakat,” tutup Kepala Desa.
Melalui pembangunan ini, KTS membuktikan bahwa operasi bisnis dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Perusahaan tidak hanya fokus pada keberlanjutan usaha, tetapi juga menempatkan masyarakat Desa Fluk sebagai mitra utama dalam agenda pembangunan jangka panjang.




