{"id":672,"date":"2019-09-20T07:16:53","date_gmt":"2019-09-20T07:16:53","guid":{"rendered":"https:\/\/malutpintar.com\/?p=672"},"modified":"2019-09-20T07:18:00","modified_gmt":"2019-09-20T07:18:00","slug":"cerita-gempa-masa-lampau-di-gane","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/","title":{"rendered":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-673\" width=\"566\" height=\"212\" srcset=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png 526w, https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan-300x112.png 300w\" sizes=\"(max-width: 566px) 100vw, 566px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Gempa bumi\nmeluluhlantakkan Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu\n(14\/7\/19), masih menyisakan duka. Rumah dan berbagai bangunan sarana dan\nprasarana umum hancur. Trauma masih menghantui warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi\nsebagian warga lanjut usia di Gane Barat Selatan, Kepulauan Joronga dan Gane\nTimur, bencana ini merupakan perulangan peristiwa 56 tahun lalu. Terutama,\nwarga yang berusia lebih 70 tahun, rata-rata memiliki rekam ingatan, gempa\nbesar pernah menimpa daerah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi\nmereka, gempa sering terjadi tetapi yang sangat kuat goncangan terbilang dua\nkali. \u201cGempa besar pernah terjadi 1963, 1965 dan 2019. Yang dirasakan\nmenghancurkan kampung dan berbagai sarana umum bahkan ada korban jiwa pada 1963\ndan 2019 ini,\u201d kata Abdullah China, warga Oha Gane Barat Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada gempa\n1963, dia di kelas 3 SD, sekitar usia 12 tahun. Abdullah lupa bulan dan tanggal\nperistiwa gempa.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu itu\nsangat kuat bahkan menyebabkan tsunami dan ada korban jiwa karena hantaman batu\nbesar. Tanah longsor saat gempa. \u201cWaktu itu ada warga Pulau Dowora, tewas\ntertimpa batu besar dari gunung,\u201d katanya, mengenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kala itu,\nkatanya, mereka lari ke gunung. \u201c<em>Torang&nbsp;<\/em>(kami-red)\njuga lari naik ke gunung. Orang-orang tua bilang&nbsp;<em>aer kering abis itu aer nae<\/em>&nbsp;(air\nturun setelah itu air naik-red).\u201c<\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu,\nkatanya, rata-rata rumah belum konstruksi beton seperti sekarang jadi kerusakan\ntak separah sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal sama diceritakan\nSamin S, tokoh masyarkat Desa Gane Dalam. Kala itu, dia tinggal di Desa Sekeli.\nSamin yang berusia 72 tahun itu menceritakan, gempa 1963 itu berbeda waktu\nmeski sama sama siang hari.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPeristiwa\ngempa waktu itu, pagi hari kira-kira pukul 09.00. Diawali goyangan kecil,\nkemudian agak kuat dan sangat kuat.\u201d Saking kuatnya, air laut naik setelah\nsebelumnya turun cukup jauh hampir 50 meter dari tepi pantai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUmur saya\nsudah hampir 18 tahun. Kami tinggal di Desa Sekeli. Bahkan di Pulau Kukupang,\nKecamatan Joronga yang berhadapan dengan Desa Sekeli, terlihat jelas disapu air\nlaut. Bahkan pohon&nbsp;<em>soki<\/em>&nbsp;(mangrove-red)\nada yang mati dihantam air. Ada tiga kali air naik dan turun menghantam pulau\nkecil itu,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian\nini membuat warga lari ke daerah agak tinggi. \u201cKami juga ikut lari karena usai\ngempa air laut naik. Meski demikian air laut tak sampai menyapu kampung\nkeseluruhan. Hanya melewati pertengahan kampung,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia bilang, Desa Gane Dalam, waktu itu tidak terlalu berpengaruh tsunami karena berada di dalam Teluk Kasawari. bagian depan desa dihalangi hutan mangrove rimbun.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-674\" width=\"587\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan-2.png 398w, https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan-2-300x145.png 300w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><figcaption>Mesjid Gane Luar yang hancur kena gempa<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Paling\nparah di Pulau Kukupang dan Dowora. Pulau-pulau kecil ini tersapu air laut.\nPulau Kukupang, misal, karena kontur tanah datar jadi waktu air naik menyapu\nhampir seluruh pulau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTiga kali\nair naik dan turun,\u201d kata Salmin.<\/p>\n\n\n\n<p>Desa Gane\nDalam, rumah warga hancur kena gempa, tersisa mesjid. Warga dari pulau-pulau\nterdampak gempa dan rumah rusak, hampir setahun mengungsi ke\nHalmahera.&nbsp;&nbsp; Akhirnya, sebagian warga memilih bertahan dan membuat\nbeberapa desa di Halmahera seperti Awis, Kurunga dan Yomen.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga Desa\nAwis adalah pindahan korban gempa dan tsunami dari Pulau Dowora. Desa Kurunga\nJoronga adalah warga pindahan dari Kukupang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kala itu,\nwarga tiap kampung masih sedikit hingga korban juga sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p>Salmin\nmenceritakan, tanda-tanda akan terjadi gempa pada 1963 dan 2019, terbilang\nsama. Beberapa saat sebelum gempa, terdengar bunyi seperti angin ribut.<\/p>\n\n\n\n<p>Rentang\nwaktu antara suara angin ribut dengan gempa itu singkat. \u201cHanya beberapa detik\ndisusul gempa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bunyi itu ,\nkatanya, seperti ada letusan gunung api laut. Bahkan, sebagian besar warga\nmeyakini gempa di Gane itu dipicu aktivitas gunung api laut. \u201cItu suara seperti\ngunung api laut,\u201dkatanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski\nsecara ilmiah BMKG merilis pusat gempa terjadi di darat, namun sebagian warga\nyakin, kejadian ini karena gunung api bawah laut.<\/p>\n\n\n\n<p>Saminbilang,\nada gunung laut di antara Tanjung Liboba Halmahera dengan Pulau Pisang di Raja\nAmpat. \u201cDi situ ada gunung api laut,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun\nsecara ilmiah belum bisa dipastikan, namun Salmin bilang, cerita orangtua\nmereka menyebutkan di antara Tanjung Liboba dan Pulau Pisang ada gunung laut.<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita\nAbdul Karim Daud, warga Gane Dalam juga sama. Kala gempa 1963, pria 73 tahun\nini masih sekolah. Saat gempa, guru mereka langsung menginstruksikan berlari\nmenuju daerah ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTahun itu,\nKampung Gane Dalam, masih di tepi pantai. Tempat mengungsi warga sama dengan\nsekarang yang sudah jadi lapangan sepak bola karena terbilang agak tinggi,\u201d\nkatanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena rumah hancur, warga membuat pondok-pondok sebagai tempat pengungsian. Hampir lima bulan, baru warga membangun kembali rumah yang rusak.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"652\" height=\"418\" src=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screenshot_9.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-676\" srcset=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screenshot_9.png 652w, https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screenshot_9-300x192.png 300w\" sizes=\"(max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><figcaption>Dermaga Desa Dalam yang hancur masih digunakan untuk bongkar muat penumpang dan logistik bantuan untuk pengungsi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua\nIkatan Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara, Abdul Kadir Arief menjelaskan,\nsejarah gempa Gane memang tidak tercatatkan secara detil. Untuk itu, perlu\nriset untuk memastikan sejarah gempa dan tsunami daerah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia\nmengusulkan, Gane jadi pusat pembelajaran bencana. \u201dKalau saya sangat tertarik\nGane jadi laboratorium untuk belajar gempa, misal, kondisi wiayah rawan, cara\nmasyarakat mengevakuasi diri, maupun belajar evakuasi mandiri,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan\ncatatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG), gempa bumi Halmahera\nSelatan, berkekuatan 7,2 magnitudo pada Minggu (14\/7\/19), karena kawasan\ntermasuk wilayah seismik aktif dan kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAktif,\nartinya Halmahera Selatan, memang sering gempa yang tecermin dari peta\nseismisitas regional dengan klaster aktivitas cukup padat,\u201d kata Daryono,\nKepala Bidang Informasi&nbsp;Gempa Bumi&nbsp;dan Peringatan Dini Tsunami BMKG\ndalam siaran pers.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia\nsebutkan, terdapat empat zona seismogenik sumber gempa utama di kawasan itu,\nyaitu Halmahera Thrust, Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar\nSorong-Bacan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga\nsesar, yaitu Sesar Sorong- Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan,\nmerupakan percabangan atau&nbsp;<em>splay&nbsp;<\/em>dari\nSesar Sorong yang melintas dari timur membelah bagian atas kepala burung di\nPapua Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Pulau\nBatanta, ke arah barat, Sesar Sorong, mengalami percabangan. Pada percabangan\npaling utara, yaitu Sesar Sorong-Bacan, itulah yang selama ini menyimpan\nakumulasi medan tegangan kulit bumi yang akhirnya jadi gempa Minggu sore itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSesar\nSorong-Bacan, inilah pemicu gempa Halmahera Selatan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan\nsejarah, katanya, gempa kuat dan merusak di Halmahera, cukup banyak, seperti,\ngempa Pulau Raja 7 Oktober 1923 dengan magnitudo 7,4 SR dan intensitas VIII\nMMI. Gempa Bacan pada 16 April 1963 bermagnitudo 7,1 skala intensitas VIII MMI,\ngempa Pulau Damar pada 21 Januari 1985 magnitudo 6,9 intensitas VIII MMI. Kemudian,\ngempa Obi, 8 Oktober 1994 magnitudo 6,8 intensitas VI-VII MMI, gempa Obi\nmagnitudo 6,7 pada 13 Februari 1995 dengan intensitas VIII MMI, dan gempa\nLabuha 20 Februari 2007 magnitudo 6,7 intensitas VII MMI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa bumi meluluhlantakkan Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14\/7\/19), masih menyisakan duka. Rumah dan berbagai bangunan sarana dan prasarana umum hancur. Trauma masih menghantui warga. Bagi sebagian warga lanjut usia di Gane Barat Selatan, Kepulauan Joronga dan Gane Timur, bencana ini merupakan perulangan peristiwa 56 tahun lalu. Terutama, warga yang berusia lebih 70 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[241,408],"class_list":["post-672","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-daerah","tag-halmahera-selatan","tag-kisah-bencana-alam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gempa bumi meluluhlantakkan Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14\/7\/19), masih menyisakan duka. Rumah dan berbagai bangunan sarana dan prasarana umum hancur. Trauma masih menghantui warga. Bagi sebagian warga lanjut usia di Gane Barat Selatan, Kepulauan Joronga dan Gane Timur, bencana ini merupakan perulangan peristiwa 56 tahun lalu. Terutama, warga yang berusia lebih 70 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-20T07:16:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-09-20T07:18:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"headline\":\"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane\",\"datePublished\":\"2019-09-20T07:16:53+00:00\",\"dateModified\":\"2019-09-20T07:18:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\"},\"wordCount\":990,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\",\"keywords\":[\"halmahera selatan\",\"kisah bencana alam\"],\"articleSection\":[\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\",\"name\":\"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\",\"datePublished\":\"2019-09-20T07:16:53+00:00\",\"dateModified\":\"2019-09-20T07:18:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png\",\"width\":526,\"height\":197},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\",\"name\":\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"description\":\"Media Daerah Membangun Daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\",\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi MalutPin\"},\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","og_description":"Gempa bumi meluluhlantakkan Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14\/7\/19), masih menyisakan duka. Rumah dan berbagai bangunan sarana dan prasarana umum hancur. Trauma masih menghantui warga. Bagi sebagian warga lanjut usia di Gane Barat Selatan, Kepulauan Joronga dan Gane Timur, bencana ini merupakan perulangan peristiwa 56 tahun lalu. Terutama, warga yang berusia lebih 70 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/","og_site_name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","article_published_time":"2019-09-20T07:16:53+00:00","article_modified_time":"2019-09-20T07:18:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Redaksi MalutPin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi MalutPin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/"},"author":{"name":"Redaksi MalutPin","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"headline":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane","datePublished":"2019-09-20T07:16:53+00:00","dateModified":"2019-09-20T07:18:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/"},"wordCount":990,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png","keywords":["halmahera selatan","kisah bencana alam"],"articleSection":["Daerah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/","url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/","name":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png","datePublished":"2019-09-20T07:16:53+00:00","dateModified":"2019-09-20T07:18:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#primaryimage","url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png","contentUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/berita-kesembilan.png","width":526,"height":197},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/09\/20\/cerita-gempa-masa-lampau-di-gane\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malutpintar.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Gempa Masa Lampau di Gane"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website","url":"https:\/\/malutpintar.com\/","name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","description":"Media Daerah Membangun Daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29","name":"Redaksi MalutPin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi MalutPin"},"url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/672\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}