{"id":400,"date":"2019-03-27T02:58:18","date_gmt":"2019-03-27T02:58:18","guid":{"rendered":"https:\/\/malutpintar.com\/?p=400"},"modified":"2019-03-27T02:58:20","modified_gmt":"2019-03-27T02:58:20","slug":"hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/","title":{"rendered":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"534\" src=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10-1-1024x534.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-402\" srcset=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10-1.jpeg 1024w, https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10-1-300x156.jpeg 300w, https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10-1-768x401.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Spesies lebah terbesar di dunia\nyang &#8220;menghilang&#8221; sejak tahun 1981 berhasil ditemukan lagi di\nIndonesia. Lebah itu ditemukan oleh sekelompok tim konservasi dan ilmuwan\ninternasional di Kepulauan Maluku Utara pada Januari lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebah\nterbesar langka itu memiliki nama ilmiah&nbsp;<em>Megachile pluto&nbsp;<\/em>atau\ndikenal sebagai lebah raksasa Wallace. Nama tersebut diambil dari seorang\nnaturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, yang merumuskan teori evolusi melalui\nseleksi alam sebelum teori Charles Darwin.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim mendeteksi seekor lebah\nbetina yang sedang menyendiri setelah melakukan penyelidikan di wilayah\ntersebut selama lima hari. Seorang fotografer, Clay Bolt, berhasil menangkap\ngambar pertama lebah langka itu di sebuah sarang rayap di pohon. Ilmuwan\nmenyebutkan bahwa itu adalah lokasi favorit lebah raksasa.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sangat\nmenakjubkan melihat &#8216;bulldog terbang&#8217; itu yang selama ini dianggap sudah\npunah&#8221; kata Bolt dalam&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.scimex.org\/newsfeed\/worlds-biggest-bee-found\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">siaran persn<\/a>&nbsp;yang dirilis oleh\nUniversitas Sydney, Australia, Jumat (22\/2\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya berharap lebah ini\nakan menjadi simbol konservasi di Indonesia,&#8221; lanjut Bolt yang ahli dalam\nmemotret lebah.<\/p>\n\n\n\n<p>Panjang lebah ini sebesar ibu\njari orang dewasa atau berukuran sekitar 3,5 sentimeter dan lebar sayap 6,4\nsentimeter. Rahangnya seperti kumbang rusa. Ukuran tubuhnya empat kali lebih\nbesar dari lebah madu dan berwarna gelap. sehingga keberadaannya tidak terlalu\nmencolok.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum berangkat ke Indonesia,\nBolt sudah memasukkan Wallace ke daftar 25 spesies paling dicari di Global\nWildlife Conservation&#8217;s Search for Lost Species. Program ini berusaha mendanai\nekspedisi untuk menemukan spesies yang hilang.<\/p>\n\n\n\n<p>Robin\nMoore, seorang ahli biologi konservasi dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.globalwildlife.org\/2019\/02\/21\/rediscovering-wallaces-giant-bee\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Global Wildlife Conservation<\/a>, mengatakan penemuan ini punya\nrisiko. &#8220;Mengabarkan penemuan ini sebenarnya berisiko karena para kolektor\nlebah bakal tertarik,&#8221; katanya dalam&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/environment\/2019\/feb\/21\/worlds-largest-bee-missing-for-38-years-found-in-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>The Guardian<\/em><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolektor\nmemang menjadi salah satu ancaman kepunahan serangga seperti lebah. Tahun lalu,\nmenurut&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2019\/02\/21\/science\/giant-bee-wallace.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>New York Times<\/em><\/a>&nbsp;(22\/2), seseorang tak dikenal menjual seekor\nspesies lebah melalui situs eBay seharga $9.100 AS (Rp128 juta).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jika Anda bisa mendapatkan\nuang sebanyak itu untuk seekor serangga, Anda bisa memaksa orang untuk\nmencarinya,&#8221; kata Simon Robson, anggota tim dan profesor di Universitas\nSydney.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu sebabnya, para peneliti\nsepakat tidak mengungkapkan lokasi pulau penemuan Wallace. Mereka ingin\nmelindungi konservasi lebah langka tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Moore mengatakan sangat penting\nbagi para pemerhati lingkungan untuk membuat pemerintah Indonesia sadar pada\nlebah dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi spesies serta habitatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dengan\nmenjadikan lebah sebagai garis depan konservasi, kami yakin bahwa spesies ini\nmemiliki masa depan yang lebih cerah daripada jika kita membiarkannya diam-diam\ndikumpulkan dan menjadi terlupakan,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Di\ntengah kepunahan serangga global, sungguh mengagumkan melihat lebah ikonik ini\nbisa bertahan,&#8221; imbuh Robson.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Robson, penemuan ini\nmembangkitkan kembali harapan bahwa hutan lebah di kawasan tersebut menjadi\nrumah bagi spesies yang sangat langka ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebah Wallace memang bukan tipe\nyang suka menampakkan diri di depan manusia. Buktinya saja, lebah ini pertama\nkali ditemukan pada 1858 oleh Alfred Russel Wallace dan baru terlihat lagi pada\n1981 di Indonesia oleh ahli entomologi, Adam Messer.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena\nlama tak terlihat, para ilmuwan menyatakan punah. &#8220;Lebah ini dianggap\nsudah punah. Saya senang mendengar ada yang menemukannya dan (kepunahan) itu\ntidak terjadi,\u201d&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.wgbh.org\/news\/science-and-technology\/2019\/02\/21\/worlds-largest-bee-is-spotted-for-first-time-in-decades\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ujar Profesor Dave Goulson<\/a>&nbsp;yang mengepalai laboratorium lebah di\nUniversitas Sussex, Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.livescience.com\/64814-biggest-bee-found-again.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Eli Wyman<\/a>, ahli entomologi di Universitas Princeton, yang turut bergabung dengan\ntim penemu menyatakan penemuan ini bisa menjadi landasan untuk mencari lebah\nyang sulit ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Wyman pun berharap agar penemuan\nini dapat memicu penelitian selanjutnya. Sejarah kehidupan lebah tersebut juga\ndapat memberikan informasi dalam usaha melindunginya dari kepunahan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Spesies lebah terbesar di dunia yang &#8220;menghilang&#8221; sejak tahun 1981 berhasil ditemukan lagi di Indonesia. Lebah itu ditemukan oleh sekelompok tim konservasi dan ilmuwan internasional di Kepulauan Maluku Utara pada Januari lalu. Lebah terbesar langka itu memiliki nama ilmiah&nbsp;Megachile pluto&nbsp;atau dikenal sebagai lebah raksasa Wallace. Nama tersebut diambil dari seorang naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[237,235,231,234,236,238,232,229,230,29,86,202,227,233],"class_list":["post-400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-nasional","tag-38-tahun","tag-ditemukan-kembali","tag-flora-dan-fauna","tag-hilang","tag-hilang-selama-38-tahun","tag-hutan-maluku","tag-indonesia","tag-lebah","tag-lebah-raksasa","tag-maluku","tag-maluku-utara","tag-malut","tag-punah","tag-ragam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Spesies lebah terbesar di dunia yang &#8220;menghilang&#8221; sejak tahun 1981 berhasil ditemukan lagi di Indonesia. Lebah itu ditemukan oleh sekelompok tim konservasi dan ilmuwan internasional di Kepulauan Maluku Utara pada Januari lalu. Lebah terbesar langka itu memiliki nama ilmiah&nbsp;Megachile pluto&nbsp;atau dikenal sebagai lebah raksasa Wallace. Nama tersebut diambil dari seorang naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-27T02:58:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-03-27T02:58:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"headline\":\"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara\",\"datePublished\":\"2019-03-27T02:58:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-27T02:58:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\"},\"wordCount\":550,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg\",\"keywords\":[\"38 tahun\",\"ditemukan kembali\",\"flora dan fauna\",\"hilang\",\"hilang selama 38 tahun\",\"hutan maluku\",\"indonesia\",\"lebah\",\"lebah raksasa\",\"Maluku\",\"Maluku Utara\",\"MALUT\",\"PUNAH\",\"ragam\"],\"articleSection\":[\"Daerah\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\",\"name\":\"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-03-27T02:58:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-27T02:58:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":534,\"caption\":\"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\",\"name\":\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"description\":\"Media Daerah Membangun Daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\",\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi MalutPin\"},\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","og_description":"Spesies lebah terbesar di dunia yang &#8220;menghilang&#8221; sejak tahun 1981 berhasil ditemukan lagi di Indonesia. Lebah itu ditemukan oleh sekelompok tim konservasi dan ilmuwan internasional di Kepulauan Maluku Utara pada Januari lalu. Lebah terbesar langka itu memiliki nama ilmiah&nbsp;Megachile pluto&nbsp;atau dikenal sebagai lebah raksasa Wallace. Nama tersebut diambil dari seorang naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/","og_site_name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","article_published_time":"2019-03-27T02:58:18+00:00","article_modified_time":"2019-03-27T02:58:20+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":534,"url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi MalutPin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi MalutPin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/"},"author":{"name":"Redaksi MalutPin","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"headline":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara","datePublished":"2019-03-27T02:58:18+00:00","dateModified":"2019-03-27T02:58:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/"},"wordCount":550,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg","keywords":["38 tahun","ditemukan kembali","flora dan fauna","hilang","hilang selama 38 tahun","hutan maluku","indonesia","lebah","lebah raksasa","Maluku","Maluku Utara","MALUT","PUNAH","ragam"],"articleSection":["Daerah","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/","url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/","name":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg","datePublished":"2019-03-27T02:58:18+00:00","dateModified":"2019-03-27T02:58:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#primaryimage","url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg","contentUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/10.jpeg","width":1024,"height":534,"caption":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2019\/03\/27\/hilang-selama-38-tahun-lebah-raksasa-ditemukan-di-maluku-utara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malutpintar.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hilang selama 38 tahun, lebah raksasa ditemukan di Maluku Utara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website","url":"https:\/\/malutpintar.com\/","name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","description":"Media Daerah Membangun Daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29","name":"Redaksi MalutPin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi MalutPin"},"url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}