{"id":2676,"date":"2026-04-28T17:10:59","date_gmt":"2026-04-28T08:10:59","guid":{"rendered":"https:\/\/malutpintar.com\/?p=2676"},"modified":"2026-04-28T17:11:02","modified_gmt":"2026-04-28T08:11:02","slug":"akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/","title":{"rendered":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>LABUHA &#8211; <\/strong>Deru mesin <em>speed boat<\/em> memecah pagi di Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, Pulau Obi. Kapal motor <em>Akelamo Jaya<\/em> melaju menuju Bacan. Bagi pemiliknya, Madina Jouronga (55), perahu itu menjadi penanda perubahan hidup, yang bermula dari keputusan menjual lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSpeedboat ini saya beli dari hasil jual lahan di Akelamo. Saya kasih nama itu supaya ingat asalnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dulu ia mengandalkan kebun. Kini, bersama anaknya, ia mengelola usaha transportasi laut. Sekali jalan, ia meraup sekitar Rp10 juta bersih. Dalam sebulan, penghasilannya bisa mencapai Rp40 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerusahaan tidak memaksa. Saya jual karena mereka mau beli dan saya juga mau jual,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah serupa datang dari Nur Eneng Rahmat (33). Di permukiman baru Kawasi, ia mengelola rumah kos sebagai sumber penghasilan. Dalam periode 2022\u20132024, ia beberapa kali membebaskan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebelum pembebasan, tim perusahaan datang menjelaskan. Lahan diukur bersama pemilik yang berbatasan, lalu harga dinegosiasikan sampai sepakat,\u201d kata Nur Eneng.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses itu, menurutnya, berlangsung terbuka dan melibatkan pihak terkait, termasuk pemerintah desa. Dari hasil penjualan salah satu lahan ia gunakan untuk membangun rumah, mengembangkan kos, dan membeli kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, ia memiliki 10 kamar kos aktif dengan tarif Rp1,5\u20132 juta per bulan, dan tengah menyiapkan pengembangan hingga 30 kamar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi sini nilainya lebih tinggi. Menurut saya ini bukan ganti rugi, tapi ganti untung,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesepakatan di Balik Pembebasan Lahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengalaman warga Kawasi itu berdiri kontras dengan narasi yang kerap menyebut pembebasan lahan oleh Harita Nickel, perusahaan tambang dan hilirisasi nikel terintegrasi yang beroperasi di Pulau Obi, tidak transparan. Bagi Madina dan Nur Eneng, keputusan menjual lahan justru lahir dari proses yang mereka pahami sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangan serupa datang dari Desa Soligi. Siti Aminah (52) mengaku menjual lahannya untuk pembangunan bandara tanpa tekanan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerusahaan datang menawarkan, tapi kalau kami tidak mau jual, tidak ada paksaan. Jadi (pembebasan lahan) ini terjadi karena kesepakatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski sempat enggan melepas kebun, ia melihat pembangunan bandara sebagai peluang bagi desa. Hasil penjualan lahan digunakan untuk membangun rumah dan kios.<\/p>\n\n\n\n<p>Ade Ahmad (50), warga Soligi lainnya, juga menjual lahannya. Dari hasil penjualan lahannya itu, ia membangun rumah, menyiapkan biaya ibadah haji, dan menabung untuk masa depan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cManfaatnya besar buat saya. Insya Allah saya berangkat haji tahun 2028,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Ade, kehadiran bandara bukan sekadar proyek, melainkan harapan akan perubahan. \u201cDengan adanya bandara, kami yakin kehidupan masyarakat bisa lebih baik,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, pihak perusahaan menegaskan bahwa proses pembebasan lahan dilakukan dengan prinsip transparansi dan kesepakatan. Land Data Management &amp; Advocacy Manager Harita Nickel, Ary Pratama, menyebut seluruh tahapan dijalankan sesuai prosedur dan melibatkan pihak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPembebasan lahan dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa paksaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ary, masyarakat diberi pemahaman sejak awal mengenai proses, nilai, dan mekanisme yang digunakan. \u201cPrinsip kami, proses harus adil, terbuka, dan dapat diterima semua pihak,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi warga Kawasi dan Soligi, pembebasan lahan bukan sekadar transaksi. Ia menjadi titik awal perubahan: dari kebun ke usaha, dari ruang lama ke peluang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Di laut, <em>Akelamo Jaya<\/em> terus berlayar. Di darat, kamar-kamar kos mulai terisi. Di antara keduanya, tersimpan cerita tentang pilihan yang diambil, kesepakatan yang dijalani, dan masa depan yang sedang dibangun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LABUHA &#8211; Deru mesin speed boat memecah pagi di Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, Pulau Obi. Kapal motor Akelamo Jaya melaju menuju Bacan. Bagi pemiliknya, Madina Jouronga (55), perahu itu menjadi penanda perubahan hidup, yang bermula dari keputusan menjual lahan. \u201cSpeedboat ini saya beli dari hasil jual lahan di Akelamo. Saya kasih nama itu supaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2677,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[241,663,43,1230],"class_list":["post-2676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-halmahera-selatan","tag-kawasi","tag-pulau-obi","tag-soligi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"LABUHA &#8211; Deru mesin speed boat memecah pagi di Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, Pulau Obi. Kapal motor Akelamo Jaya melaju menuju Bacan. Bagi pemiliknya, Madina Jouronga (55), perahu itu menjadi penanda perubahan hidup, yang bermula dari keputusan menjual lahan. \u201cSpeedboat ini saya beli dari hasil jual lahan di Akelamo. Saya kasih nama itu supaya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-28T08:10:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-28T08:11:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1199\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi MalutPin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"headline\":\"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:10:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:11:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\"},\"wordCount\":512,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg\",\"keywords\":[\"halmahera selatan\",\"kawasi\",\"Pulau Obi\",\"soligi\"],\"articleSection\":[\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\",\"name\":\"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:10:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:11:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg\",\"width\":1199,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/\",\"name\":\"Malut Pintar | Berita Seputar Malut\",\"description\":\"Media Daerah Membangun Daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29\",\"name\":\"Redaksi MalutPin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi MalutPin\"},\"url\":\"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","og_description":"LABUHA &#8211; Deru mesin speed boat memecah pagi di Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, Pulau Obi. Kapal motor Akelamo Jaya melaju menuju Bacan. Bagi pemiliknya, Madina Jouronga (55), perahu itu menjadi penanda perubahan hidup, yang bermula dari keputusan menjual lahan. \u201cSpeedboat ini saya beli dari hasil jual lahan di Akelamo. Saya kasih nama itu supaya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/","og_site_name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","article_published_time":"2026-04-28T08:10:59+00:00","article_modified_time":"2026-04-28T08:11:02+00:00","og_image":[{"width":1199,"height":800,"url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi MalutPin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi MalutPin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/"},"author":{"name":"Redaksi MalutPin","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"headline":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi","datePublished":"2026-04-28T08:10:59+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:11:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/"},"wordCount":512,"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg","keywords":["halmahera selatan","kawasi","Pulau Obi","soligi"],"articleSection":["Daerah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/","url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/","name":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi - Malut Pintar | Berita Seputar Malut","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg","datePublished":"2026-04-28T08:10:59+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:11:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/malutpintar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Akelamo-Jaya-2.jpg","width":1199,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/2026\/04\/28\/akelamo-jaya-dan-harapan-baru-kisah-pembebasan-lahan-warga-kawasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malutpintar.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akelamo Jaya dan Harapan Baru: Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#website","url":"https:\/\/malutpintar.com\/","name":"Malut Pintar | Berita Seputar Malut","description":"Media Daerah Membangun Daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malutpintar.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/7f42c887e620a8a3f59b033ca7588d29","name":"Redaksi MalutPin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malutpintar.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/391ad03cde0d7e9de3cb7a68d1f462718f03302d09c2c17be01c23813e1d0c00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi MalutPin"},"url":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/author\/malutpin_redaksi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2676"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2678,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2676\/revisions\/2678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malutpintar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}