Ekonomi Nasional Pemerintahan

Perusahaan Tambang di Obi Masuk Rencana 89 Proyek Strategis Nasional Baru Hingga 2024

Pemerintah Indonesia menyiapkan 89 Proyek Strategis Nasional (PSN) baru senilai Rp1,422 triliun (US $ 94,8 miliar) sepanjang tahun 2020 – 2024, kata menteri senior pada Jumat (29/5). Diantaranya, adalah proyek drone yang akan dikembangkan oleh perusahaan negara, jembatan, bandara, zona industri, irigasi, bendungan, tanggul laut, sawah, proyek biofuel dan garam.

“Presiden juga menyarankan untuk membuat pusat transportasi, ekonomi dan pariwisata di Kalimantan Timur, Bali atau Manado,” menteri koordinator urusan ekonomi, Airlangga Hartarto mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi virtual.

Dari total 89 NSP, 15 proyek jalan dan jembatan, lima proyek bandara senilai Rp5,66 triliun, lima proyek kawasan industri senilai Rp327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi, satu proyek tanggul laut senilai Rp5,68 triliun, dua proyek smelter, dan satu food estate di Kalimantan Tengah.

Kemudian, lima proyek pelabuhan, enam proyek kereta api, 13 proyek daerah perbatasan, 13 proyek energi, proyek air bersih, satu proyek pengolahan limbah, dan tiga proyek pengembangan teknologi termasuk teknologi drone senilai Rp7,17 triliun.

Hartarto mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa daerah, termasuk tujuh proyek di Sumatera senilai Rp117 triliun, 25 proyek di Jawa senilai Rp462 triliun, 17 proyek di Kalimantan senilai Rp144 triliun, delapan proyek di Sulawesi senilai Rp208 triliun, 12 proyek di Bali dan Nusa Tenggara bernilai Rp28 triliun, dan Maluku ke Papua bernilai Rp111 triliun.

Karena wabah COVID-19, katanya, beberapa investasi dalam pengembangan smelter telah ditunda antara empat bulan hingga satu tahun. Namun, untuk konstruksi migas diperkirakan akan dimulai sebelum 2024. Dia mencontohkan, pengembangan proyek Balongan milik perusahaan energi negara, akan difinalisasi dengan investor dari Taiwan. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya $ 12 miliar dan akan menghemat biaya impor pada jumlah yang sama, tambahnya.

Tahun lalu, pemerintah melaporkan 88 persen PSN telah melewati tahap persiapan, termasuk program listrik 35.000 megawatt dan Program Kebijakan Ekuitas Ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, berharap Komite Percepatan Prioritas Pembangunan Infrastruktur (KPPIP) dapat mempercepat pengembangan proyek bahkan ada tekanan dari pandemi.

“Kami telah berkomunikasi dengan Pak Wahyu (Utomo) dari KPPIP, mengenai beberapa proposal proyek yang kami evaluasi dalam hal pendanaan, aspek kemampuan investor, dampak pada ekonomi, dan aspek perencanaan tata ruang yang telah memenuhi kriteria untuk PSN,” kata wakil wakil menteri di kementerian CMMIA, Septian Hario Seto.

Usulan pertama adalah Kawasan Industri Pulau Obi yang dijalankan oleh Harita Group, tambahnya. Proyek smelter saat ini sedang dalam tahap 2, dimana pada fase 1 proyek smelter telah beroperasi sejak 2016.

“Perkembangan signifikan adalah peleburan Asam Tekanan Tinggi Pelepasan Asam, konstruksi hampir selesai, diperkirakan kuartal ketiga 2020 akan beroperasi,” kata deputi dengan menambahkan bahwa produk peleburan adalah katoda bahan baterai lithium, nikel dan kobalt sulfat.

Selain itu, kata Seto, ada sembilan proposal proyek lain yang telah dievaluasi dan dapat diselesaikan sebelum 2024. Sembilan proyek terdiri dari enam proyek smelter, satu proyek pemrosesan batubara menjadi metanol (proyek Kawasan Industri Methanol) di Kalimantan Timur, dan pembangunan jalan tol Kediri – Tulungagung di Jawa Timur.

Sumber: Insiderstories

Leave a Reply

Your email address will not be published.